Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Fungsi Aplikasi SBK 2023

Aplikasi Sbk 2023 atau Standar Biaya Keluaran, merupakan software aplikasi komputer yang dibuat sebagai wahana alat bantu bagi Kementerian Negara/Forum, untuk menghasilkan Standar Biaya Keluaran (Sbk) yang baik, sesuai dengan Petunjuk Penyusunan Standar Biaya Keluaran (Sbk), dan bisa diintegrasikan di dalam Aplikasi Planning Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Forum (Rkakl).

Aplikasi Sbk 2023, juga bisa dikatakan sebagai kuncian penting yang digunakan Negara dalam perhitungan keperluan anggaran tahunan, yang tertuang  dalam Planning Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Forum (Rka-Kl) adalah Standar Biaya.


Pengertian dan Fungsi Aplikasi SBK 2023
Standar yang memuat aturan satuan-satuan biaya, yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal (Chief financial officer) ini, merupakan instrumen penting di dalam penganggaran berbasis kinerja, yang membantu pembangunan nasional dan mengakomodasi penyempurnaan sistem perencanaan dan penganggaran.

Standar Biaya juga disusun dalam rangka penguatan penerapan prinsip efektifitas, dan efisiensi dalam proses penganggaran. Seiring dengan Implementasi Redesign Sistem Perencanaan Penganggaran, yang sudah dimulai semenjak tahun 2021.

Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan juga kembali menyempurnakan Ketentuan Menteri Keuangan Nomor 71/Pmk.02/2013 berkaitan Panduan Standar Biaya, Standar Struktur Biaya, Indeksasi dalam Penyusunan Planning Kerja, dan Anggaran Kementerian Negara/Forum untuk kedua kalinya menjadi Ketetapan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 232/Pmk.02/2020 yang ditetapkan pada tanggal 30 Desember 2020 lalu.

Perubahan kedua dari keputusan ini, meliputi aturan-aturan baru berkenaan Standar Biaya Keluaran (Sbk). Di dalam rangaka mensosialisasikan keputusan itu, Direktorat Jenderal Anggaran menyelenggarakan Bimbingan Tekhnis Penyusunan Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2022 secara daring pada Hari Kamis, 20 Mei 2021, yang diikuti oleh semua perwakilan Unit Eselon I Kementerian/Forum.

Lisbon Sirait, Direktur Sistem Penganggaran, Direktorat Jenderal Anggaran di dalam pembukaannya menyampaikan bahwa, adanya Standar Biaya Keluaran (Sbk) merupakan salah satu ukuran kesuksesan dalam penganggaran berbasis kinerja.

SBK menggambarkan harga dari output yang dikeluarkan oleh Kementerian/Forum, agar lebih akuntabel dan mudah untuk dipertanggungjawabkan. Secara terbuka, Lisbon memberi contoh harga dari output aturan  pada level menteri, yang nilainya 10 kali lebih besar dari K/L lainnya.

Bervariasinya harga output yang sama di masing-masing Kementerian/Forum ini lah yang wajib untuk di standardisakikan lewat Sbk. Mantan Direktur Penilaian Pengelolaan dan Informasi Keuangan Area ini, melanjutkan bahwa SBK bukanlah harga mati yang jadi penghambat, tetapi perkiraan dasar pengajuan anggaran yang masih bisa sesuai dengan melihat kewajaran masing- masing komponen biaya.

Fajar Apriliyana, Kepala Seksi Standar Biaya Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, selaku narasumber menjelaskan sebagian Kebijakan Umum Standar Biaya Keluaran, bahwa penyusunan SBK dilakukan pada level keluaran (Output), yang jadi tugas dan kegunaan Kementerian Negara/Forum. 
Keluaran (Output) yang mampu diusulkan jadi Standar Biaya Keluaran miliki kriteria yaitu; bersifat berulang, punyai tipe dan satuan yang tahu dan juga terukur dan punya komponen/tahapan yang paham.

Tipe SBK sendiri dibagi jadi dua, yaitu indeks biaya keluaran untuk menghasilkan satu volume keluaran (Output) dan Keseluruhan Biaya Keluaran untuk menghasilkan keseluruhan volume keluaran (Output).

Didalam peruntukannya SBK dibedakan jadi Standar Biaya Keluaran Generik (Sbku), yaitu SBK yang diperuntukkan/berlaku bagi seluruh K/L dan Standar Biaya Keluaran Spesiļ¬k (Sbkk), yaitu SBK yang diperuntukkan/ berlaku bagi KL eksklusif.

Ditengah keadaan negara yang penuh dengan tantangan saat ini, dan terbatasnya kemampuan keuangan negara, penyusunan SBK merupakan sebuah keharusan di dalam tiap tiap output yang dihasilkan Kementerian/Forum. Dengan semakin banyaknya output yang memiliki Standar Biaya Keluaran, maka akan berdampak pada penyusunan anggaran yang lebih seksama. Semoga infromasinya bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Fungsi Aplikasi SBK 2023"